PELAKSANAAN SEKOLAH PASAR MODAL (SPM) GALERI INVESTASI DIGITAL

Pada hari Jum’at tanggal 26 Juni 2026, Galeri Investasi Digital UNIKOM menyelenggarakan kegiatan kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dihadiri oleh Sri Herlinawati, S.E., M.M., RSA., CRP., selaku Deputi Kepala Wilayah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Barat, serta Isa Martian, S.M., M.M., RSA., CRP., selaku Kepala Cabang BNI Sekuritas Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi sebagai bekal dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak untuk memahami bahwa investasi bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menjadi solusi untuk menjaga nilai aset dari dampak inflasi yang terus mengurangi daya beli uang.

Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diselenggarakan oleh Galeri Investasi Digital UNIKOM kini telah memasuki pelaksanaan Level 2 sebagai bagian dari rangkaian program yang akan berlanjut pada level berikutnya. Pada SPM level pertama, peserta diperkenalkan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara resmi pasar modal di Indonesia yang memiliki peran penting dalam menyediakan sarana perdagangan efek yang teratur, transparan, dan efisien. Pembahasan materi menekankan pentingnya literasi keuangan melalui pengelolaan anggaran yang baik, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan maupun investasi sejak dini. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai berbagai jenis instrumen investasi di pasar modal, seperti; saham, obligasi, dan reksa dana. Saham dijelaskan sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan yang memberikan potensi keuntungan berupa capital gain dan dividen, namun juga memiliki risiko yang sebanding. Sementara itu, obligasi merupakan instrumen surat utang dengan tingkat risiko yang relatif lebih rendah, sedangkan reksa dana menjadi alternatif bagi investor pemula karena dikelola secara profesional oleh manajer investasi dan menerapkan diversifikasi aset.

Pada SPM Level kedua, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengenali profil risiko sebelum mulai berinvestasi. Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari konservatif, moderat, hingga agresif, sehingga strategi investasi yang dipilih harus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko masing-masing. Pada bagian ini menekankan bahwa investor pemula sebaiknya menggunakan dana dingin, melakukan diversifikasi, serta menghindari penggunaan dana pinjaman dalam berinvestasi. Selain itu, peserta mempelajari analisis fundamental sebagai metode untuk menentukan perusahaan yang layak diinvestasikan melalui pendekatan top-down, yaitu dengan menganalisis kondisi ekonomi makro, sektor industri, hingga laporan keuangan perusahaan. Berbagai rasio keuangan seperti PER, PBV, ROE, DER, dan Dividend Yield juga diperkenalkan sebagai alat untuk menilai kesehatan dan valuasi perusahaan sehingga keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih objektif.

Dalam menentukan pilihan,  peserta dibekali analisis teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam melakukan transaksi. Melalui pemahaman mengenai candlestick, tren harga, support, resistance, volume transaksi, hingga indikator seperti Moving Average, MACD, RSI, Stochastic, dan Bollinger Bands, investor dapat mengidentifikasi momentum yang lebih optimal untuk membeli, menjual, maupun mempertahankan saham dalam portofolionya.

Melalui rangkaian materi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep dasar investasi, tetapi juga mampu mengambil keputusan investasi secara rasional berdasarkan analisis, bukan karena emosi ataupun fenomena fear of missing out (FOMO). Dengan bekal literasi keuangan, analisis fundamental, dan analisis teknikal, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mampu menjadi investor yang cerdas, disiplin, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Berita Lainnya

Belum ada berita terbaru.