Bandung, 8 Januari 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia (FEB UNIKOM) menyelenggarakan Workshop Sandboxing: Prototyping Ide Bisnis dengan AI sebagai bagian dari penguatan implementasi kurikulum AI for Business yang adaptif dan berdampak. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Smart Building UNIKOM Lantai 10 dan diikuti oleh sivitas akademika yang terlibat langsung dalam ekosistem sandboxing AI.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Isniar Budiarti, selaku Koordinator Sandboxing AI for Business Kurikulum FEB UNIKOM, yang menegaskan bahwa workshop ini dirancang sebagai ruang praktik terstruktur bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan prototype ide bisnis berbasis kecerdasan artifisial. Pendekatan sandboxing diposisikan sebagai jembatan antara konsep, eksperimen, dan implementasi nyata dalam pembelajaran.
Sambutan disampaikan oleh Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, Dekan FEB UNIKOM, yang menekankan pentingnya konsistensi pengawalan kurikulum AI for Business agar tidak berhenti pada tataran konsep. Menurutnya, sandboxing menjadi instrumen strategis untuk memastikan integrasi AI ke dalam pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat berlangsung secara terarah, kolaboratif, dan menghasilkan dampak nyata.
Workshop ini menghadirkan Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D. bersama tim sebagai pemateri, yang membimbing peserta dalam proses prototyping ide bisnis berbasis AI—mulai dari perumusan masalah, eksplorasi solusi, hingga pengembangan purwarupa awal. Materi disampaikan secara aplikatif dengan menekankan relevansi AI dalam konteks bisnis dan kewirausahaan.
Dalam sesi tutorial, peserta diarahkan menyusun prototipe menggunakan Gemini AI secara bertahap dan terstruktur. Proses diawali dengan perumusan ide bisnis berbasis pemikiran kritis manusia, peserta terlebih dahulu menetapkan masalah, target pengguna, serta konteks kebutuhan pasar. Setelah itu, Gemini dimanfaatkan untuk mempertajam value proposition yang paling rasional dan relevan, termasuk merumuskan manfaat utama, pembeda, dan alasan mengapa solusi tersebut layak dipilih. Selanjutnya, peserta dipandu menyusun prompt yang terarah, misalnya meminta Gemini melakukan pemetaan alternatif ide, menilai kelayakan inovasi berdasarkan tren, referensi, dan kajian sebelumnya, serta memberikan rekomendasi elemen penting yang harus ada dalam solusi (fitur inti, skenario penggunaan, serta kebutuhan data/informasi). Pada tahap berikutnya, Gemini digunakan untuk membantu memvisualisasikan gagasan melalui rancangan mockup awal, mulai dari konsep tampilan, alur pengguna sederhana, hingga narasi singkat yang menjelaskan cara kerja purwarupa. Hasilnya, peserta tidak hanya menghasilkan ide, tetapi juga membawa pulang rancangan purwarupa awal yang lebih konkret, teruji secara logika, dan siap dikembangkan lebih lanjut dalam ekosistem Sandboxing AI for Business.
Kegiatan dihadiri oleh para Ketua Program Studi di lingkungan FEB UNIKOM, dosen/instruktur Sandbox AI, serta mahasiswa peserta Sandbox AI for Business. Kehadiran lintas peran ini mencerminkan sinergi akademik yang kuat dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan inovasi. Melalui workshop ini, FEB UNIKOM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan ekonomi dan bisnis yang responsif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendorong lahirnya gagasan bisnis inovatif yang siap dikembangkan melalui pendekatan kecerdasan artifisial